Catatan Kecil “Sepucuk Surat pada Selembar Daun Talas” Zulfa Fahmy Ketika pertama kali memegang buku kumpulan cerpen “Sepucuk Surat pada Selembar Daun Talas” karya Raedu Basha, mata saya langsung disergap oleh deretan testimoni tokoh besar yang berdesakan di sampulnya. Secara sosiologis, pemandangan ini memicu sebuah pertanyaan menggelitik: Apakah seorang Raedu Basha, masih membutuhkan lembar legitimasi dari para tokoh tersebut untuk menegaskan kualitas prosanya? Apakah rentetan nama di cover itu mencerminkan sebuah keraguan personal atas aktivitas kepenyairannya, ataukah murni sebuah strategi marketing yang cerdas dalam industri perbukuan kita? Dalam kacamata sosiologi sastra, gejala ini memperlihatkan bagaimana sebuah karya sastra hari ini tidak pernah lahir di ruang hampa yang steril. Sastra modern harus terus bernegosiasi dengan pasar dan pembaca. Raedu, secara sadar atau tidak, sedang membangun apa yang disebut sebagai “gerbang otoritas”. Testimoni te...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya